Showing posts with label opini. Show all posts
Showing posts with label opini. Show all posts

10 November 2012

Pendidikan Karakter dibalik Lagu “ Dondong Opo Salak”. Dalam Perspektif Islam



      Sebuah lagu merupakan curahan hati dari sang penciptanya, menulis baris demi baris lbait agu tentunya mempunyai makna atau pesan yang akan disampaikan kepada pendengar lagunya nanti. Mengusik tentang lagu “dondong opo salak” dalam syair bahasa jawa, yang dipopulerkan pertamakali oleh penyanyi senior Krisbiantoro sekitar tahun 60-70-an, lagu tersebut adalah lagu  anak-anak, namun didalam syairnya yang lugas, tidak berbelit-belit dan mudah dipahami, kalau didalami akan memberikan pemahaman makna tentang pekerti yang luhur. Kira-kira seperti dibawah ini syair lagu tersebut.
Dondong opo salak                (Buah dondong, apa buah salak)
Duku cilik-cilik                       (Buah duku kecil-kecil)
Andong opo becak                 (Naik kereta kuda apa naik becak)
Mlaku thimik-thimik.           (Jalan pelan-pelan)
    Tidak perlu lama untuk menghafalkan lagu sedemikian pendek, mudah diingat. Kalau diperhatikan, buah-buahan yang disebutkan diatas bukanlah buah istimewa yang harganya selangit, ataupun mungkin buah impor, buah tersebut adalah buah lokal dan bahkan buah yang  murah, namun kemudian apabila kita berikan makna falsafah dalam buah tersebut tentu akan lain ceritanya.
Buah dondong/kedondong: seperti yang kita ketahui buahnya halus pada bagian luar, namun setelah kita makan, seperti apakah isinya?, berduri , teksturnya berantakan, bahkan kita harus berhati-hati untuk memakanya. Makna dalam hidup mengenai buah kedondong, menjadi manusia seharusnya antara lahir dan batin adalah sejalan. Apabila antara lahir dalam hal ini ucapan dan tingkah laku tidak sama dengan isi hati, bisa disebut dengan orang yang culas, bahkan dalam  islam, orang yang bertingkah seperti tersebut dianggap orang munafik, antara perbuatan dan ucapan sudah jauh berbeda. Dijelaskan dalam hadist berikut :
                                                     آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
(Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga. jika berbicara ia berbohong, jika berjanji ia ingkar, dan jika dipercaya ia berkhianat”. ) (HR Bukhari)

06 November 2012

Aurat Perempuan dan Modernisasi Kebablasan



  Katakanlah kepada perempuan yang beriman:"Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau perempuan-perempuan islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. Al-Qur’an Surat An-nur ayat  31.                         
   Sudah dijelaskan secara gamblang dalam ayat al-quran diatas, mengenai aurat seorang perempuan yang wajib ditutup. Ayat-ayat al-quran, sudah jauh hari bahkan seribu tahun lebih dalam memuliakan kaum hawa,namun sayangnya terkotori dengan dalih emansipasi, dengan dalih modernisasi dan penghormatan hak asasi manusia. Sudah banyak melintas berita di media elektronika, pelecehan seksual dan tindakan asusila pada kaum hawa. Kalau dikaji lebih jauh akar masalah yang muncul tentu saja sangat kompleks, apakah memang moral laki-laki yang sudah bejat.. apakah memang sudah menjadi kemunduran budaya dan pola pikir, atau jangan-jangan, kaum perempuannya yang mengundang tingkah penjahat dan pencoleng untuk melakukan asusila terhadap perempuan itu sendiri..? bagaimana bisa perempuan yang mengundang penjahat…?. Berakar pada Surat An-Nur ayat 30, yang sudah disebutkan diatas pengaruh modernisasi dan azas akan penghormatan hak asasi yang memungkinkan untuk terjadinya tindak asusila. Kita tajamkan topic tentang menutup aurat. Pernahkah anda melihat beberapa kaum perempuan dewasa yang memakai pakaian yang serba mepet.. bahkan mungkin boleh dibilang hanya pantas untuk dipakai di badan anak-anak, berlengak-lenggok dimuka umum, keramaian, mal-mal, tanpa merasa risih dengan menampakkan aurat yang seharusnya ditutup rapat. Modis,sexy atau keren. Orang bilang seperti itu, apabila perempuan memakai celana pendek yang sekian puluh centi diatas lutut, memakai rok mini, sekian puluh senti diatas lutut… ruar biasa…., tidak kah risih… anda perempuan yang menggunakan kelengkapan seperti itu, tidak kah malu diperhatikan banyak orang, dengan dandanan yang keluar batas norma adat dan budaya..?.atau jangan-jangan malah bangga dan merasa hebat sudah menyedot perhatian orang ramai..
  Suatu ketika, dalam sebuah angkot, dengan penumpang yang lumayan padat, didalam sudah diisi oleh beberapa lelaki, beberapa saat kemudian naiklah seorang perempuan dengan rok mini,